Hal-Hal yang Tak Ingin Kita Gunakan

Ketika pengendara motor memasang helm di kepalanya, apakah dia berharap kecelakaan? Tentunya tidak.

Dia pun menjejalkan jas hujan di bawah joknya, apakah dia berharap kehujanan? Tentunya tidak.

Ketika supir membekal ban serep di belakang mobilnya, apakah dia berharap ban mobilnya tertusuk paku? Tentunya tidak.

Di kapal laut ada pelampung dan sekoci. Apakah yang punya kapal berharap ada badai mengamuk? Tentunya tidak.

Di pesawat terbang ada parasut dan jaket pelampung. Apakah pilot dan penumpang berharap pesawatnya jatuh? Tentunya tidak.

Ketika seorang ibu membawa payung saat bepergian, apakah dia berharap hujan turun? Tentunya tidak.

Ketika anak-anak pramuka membawa kotak P3K saat berkemah, apakah mereka berharap ada yang terluka? Tentunya tidak. Read more…

Perencanaan Keuangan untuk Keluarga Muda

Ingat 5 perkara sebelum datang 5 perkara. Sehat sebelum sakit, kaya sebelum miskin, sempat sebelum sempit, muda sebelum tua, hidup sebelum mati. (Nabi Muhammad Saw).

 

Tiga Cita-cita

Keluarga muda adalah pasangan suami istri dengan satu atau dua anak yang masih kecil. Dengan karier yang umumnya sedang menanjak, mereka memerlukan suatu perencanaan keuangan yang komprehensif, karena “tugas keuangan” mereka masih banyak dan masih lama waktunya. Selain memenuhi biaya hidup sehari-hari untuk keluarga, ada sejumlah kebutuhan jangka panjang yang perlu dipersiapkan sejak dini. Setidaknya ada tiga momentum yang menanti mereka di masa depan:

  1. Pendidikan anak
  2. Perjalanan ibadah haji
  3. Masa pensiun

Pendidikan anak adalah sesuatu yang niscaya, dan mendidik anak merupakan kewajiban orangtua. Waktu terbaik mempersiapkan dana pendidikan anak adalah sedini mungkin, kalau perlu sejak anak masih dalam kandungan, karena semakin awal akan semakin murah cicilannya.

Ibadah haji merupakan kewajiban setiap muslim. Memang kewajiban ini hanya diperuntukkan bagi yang mampu. Tapi jika kita punya waktu yang cukup untuk bersiap-siap, saya yakin berangkat haji itu hanya masalah kemauan dan niat. Read more…

Mengenal Dunia Investasi

Aku mengenal dunia investasi setelah sebelumnya diperkenalkan dengan asuransi. Yang mengenalkanku adalah seorang agen dari perusahaan asuransi berlogo wajah seorang dewi. Sebelumnya telah dua kali aku ditawari asuransi oleh agen lain dari perusahaan yang sama, namun agen ketiga ini beruntung. Dia datang di saat yang tepat, setelah aku punya istri dan sebentar lagi punya anak. (Perlu kau tahu, seseorang belum wajib ikut asuransi jika belum punya tanggungan).

Produk asuransi yang dia tawarkan, baru kemudian kutahu setelah searching internet, adalah unit link. Unit link adalah asuransi yang digabungkan dengan investasi. Ini produk asuransi yang paling populer dekade ini di Indonesia. Asuransi pada unit link berbentuk termlife (asuransi jiwa berjangka) dengan masa pertanggungan hingga seumur hidup, sedangkan investasinya disalurkan lewat saham (equity fund), campuran saham-obligasi (balanced fund), dan campuran obligasi-deposito (fix income fund).

Dari asuransi unit link, aku kemudian kenal dengan reksadana. Reksadana secara harfiah berarti “dana bersama” atau “dana kumpulan”, dalam bahasa Inggris disebut “mutual fund”. Secara istilah reksadana adalah kumpulan dana dari masyarakat yang dikelola oleh manajer investasi untuk disalurkan ke dalam instrumen-instrumen investasi yang sesuai dengan jenis dan tujuan reksadana tsb. Model penyaluran dana pada unit link seperti disebut di atas adalah mirip atau bahkan sama dengan reksadana, di mana dalam reksadana pun ada dana yang diinvestasikan di saham (reksadana saham atau equity fund), campuran saham-obligasi (reksadana campuran atau balanced fund), dan campuran obligasi-deposito (reksadana pendapatan tetap atau fix income fund). Read more…

Kelemahan Rider Santunan Kesehatan dan Askes di Unit Link (Beberapa Pertimbangan Kenapa Tidak Usah Diambil)

Kelemahan Rider Santunan Kesehatan

  1. Manfaatnya tidak terlalu besar. Hanya mengganti biaya rawat inap dan pembedahan, tapi tidak untuk obat-obatan, padahal itulah komponen biaya berobat yang lebih dibutuhkan.
  2. Sistemnya reimburse (bayar dulu baru klaim), sehingga ini akan cukup merepotkan nasabah.
  3. Biaya asuransinya mahal. Hal ini karena potensi klaimnya sering, sedangkan rider lain paling banyak hanya satu kali klaim seumur hidup. Biaya asuransi yang mahal akan menggerus hasil investasi sehingga hasil investasi jadi tidak maksimal.
  4. Nilai santunan harian akan mengecil karena faktor inflasi. Read more…

4 Kriteria Saham Koleksiku

Sebetulnya, dengan modal-disetor-ku yang masih “mikro”, aku tidak layak neko-neko dengan kriteria-kriteria segala macam. Tapi tak ada salahnya jika sedari awal aku menetapkan empat kriteria saham di bawah ini, yang mungkin terbilang lumayan ketat.

Pertama, sesuai syariah.

Cara melihatnya mudah saja, yaitu terdaftar di DES (Daftar Efek Syariah) dan lebih bagus lagi jika termasuk dalam JII (Jakarta Islamic Index). Kriteria saham-saham syariah di antaranya perusahaan tidak melakukan kegiatan usaha yang bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah, seperti usaha perjudian, jasa keuangan ribawi (bank dan asuransi konvensional), barang-barang haram (miras, babi), dan barang-barang yang mudarat (rokok).

Dan di Indo Premier Securities, broker saham yang kulanggani, caranya lebih praktis lagi, karena ada software khusus trading saham syariah. Program ini hanya menampilkan saham-saham yang memenuhi standar syariah, jadi investor yang warak (hati-hati) tak akan keliru membeli saham.

Sebetulnya saham-saham di luar DES belum tentu tidak sesuai syariah, karena yang dilarang syariah itu sedikit. Saham-saham yang ada di DES pun setiap periode tertentu bisa saja didepak keluar jika terbukti melakukan aktivitas-aktivitas tidak sesuai syariah. Dengan mencermati laporan keuangan apakah sehat atau tidak, dan berapa nisbah utangnya di bank konvensional dibandingkan terhadap modal, aku bisa saja mengambil saham-saham di luar DES yang berdasarkan kriteria saham tersebut tidak bertentangan dengan nilai-nilai syariah.

Kedua, ramah lingkungan Read more…

Belajar Investasi Saham

Ciater, Ahad 1 Januari 2012

Pada 12 Desember 2011 aku membuka rekening di Indo Premier Securities. Sebelumnya aku telah menyurvai beberapa perusahaan sekuritas (nama yang aneh, sebab di sini uang kita sebetulnya sangat tidak aman; bisa rugi meski juga bisa untung. Istilah “pialang” atau “broker” jauh lebih tepat), dan aku pilih Indo Premier karena dia tidak mensyaratkan deposit awal yang tinggi untuk ukuranku.

Broker lain mensyaratkan minimal deposit ada yang 2 juta, 5 juta, 10 juta, bahkan 25 juta. Tapi Indo Premier hanya 100 ribu rupiah! Tentunya 100 ribu rupiah tak akan berarti apa-apa untuk diputar di saham, tapi setidaknya broker yang ini sangat ramah terhadap pemodal mikro sepertiku (bukan kecil lagi, tapi “mikro”).

Ya. Dan empat hari kemudian aku mulai menyetor uang deposit sebesar 1,4 juta. Itulah uang yang kupunya dan cukup nganggur setidaknya bulan itu (Desember). Dan pada hari itu juga (Jumat 16 Desember 2011), aku mulai membeli saham. Waktu itu IHSG lagi baik sekali setelah hari sebelumnya Fitch merilis peringkat utang Indonesia naik dari BB+ menjadi BBB-. Tapi sayang, aku mulai membelinya sore hari, setelah harga saham-saham pada menguat. (Gimana lagi, aku setor uangnya pukul 10 pagi, dan baru terkonfirmasi jam 2-an setelah sesi istirahat siang). Read more…

Cara Terbaik Mempersiapkan Dana Pendidikan Anak

Pengaruh Inflasi

Biaya pendidikan terus naik setiap tahun. Kenaikannya bisa mencapai 10% hingga 20%/tahun. Kenaikan harga seiring berjalannya waktu (atau penurunan nilai uang terhadap waktu) disebut inflasi. Dan inflasi di sektor pendidikan termasuk yang paling tinggi.

Jika kita punya anak yang baru lahir, sekitar enam tahun lagi dia akan masuk sekolah dasar. Jika uang pangkal masuk SD berkualitas baik tahun ini sebesar 5 juta, maka enam tahun lagi biayanya bisa mencapai 8 jutaan (asumsi inflasi 10%) atau 10 jutaan (inflasi 15%). Oleh karena itu kita jangan mengumpulkan uang hingga sebesar 5 juta, tapi kumpulkanlah uang senilai 10 juta, khusus untuk masuk SD.

Tentunya kita pun perlu mempersiapkan dana masuk SMP, SMA, dan perguruan tinggi, yang pasti lebih besar ketimbang uang pangkal SD. Jika uang pangkal masuk SMP berkualitas baik tahun ini besarnya 7 juta, maka 12 tahun mendatang, uang pangkalnya akan mencapai 19 jutaan (asumsi inflasi 10%) atau 32 jutaan (asumsi inflasi 15%).

Jika kita tidak siap dengan biaya-biaya tsb, alternatifnya adalah menyekolahkan anak kita di sekolah negeri. Gratis. Read more…

Kelahiranmu, Cahaya Senja, Ayah Tandai dengan Dua Bibit Pohon Buah

Sehari setelah kamu lahir, wahai anakku Cahaya Senja, ayah menanam dua bibit pohon buah di kebun kakekmu. Buah mangga simanalagi dan buah jeruk. Ayah membelinya di tukang bibit buah di daerah Maja, Pandeglang. Harganya 30 dan 40 ribu. Itu adalah harga yang diucapkan penjualnya, dan ayah tidak menawarnya sama sekali. (Sampai di rumah, nenekmu berkata bahwa harganya paling-paling 10-15 ribuan).

Ayah berangkat ke sana pukul empat sore, hari Selasa, ditemani oleh bibimu, Nida. Bibimu telah bersekolah di kelas 1 SD. Sepanjang jalan di atas motor, ayah menyuruh dia membacai apa saja yang tertulis di pinggir jalan. Dan dia pula yang menemukan tempat menjual bibit buah itu. Selain membeli bibit, ayah membeli pula sekarung kecil pupuk kompos seharga 10 ribu.

Pulang dari sana, kami sampai di rumah pukul lima kurang seperempat. Ayah langsung membawa dua bibit tsb ke kebun yang terletak sekitar 100 meter dari rumah nenekmu. Sudah ada dua lubang menanti di sana, yang ayah gali seminggu sebelumnya. Tapi ayah membuat lagi satu lubang, karena ayah merasa salah satu lubang itu letaknya terlalu dekat dengan jalan setapak tempat orang lalu lalang.

Senja pun turun, disusul gerimis tipis. Read more…

Tentang Namamu: Cahaya Senja

Untuk anakku yang baik dan hebat, yang lahir di Pandeglang, 28 November 2011/2 Muharam 1433, pukul 17.43, ayah ucapkan terima kasih karena proses kelahiranmu tergolong cepat. Pukul dua siang ibumu mulai merasa mulas, pukul tiga ayah membawanya ke bidan, menjelang magrib kamu sudah muncul ke dunia. Alhamdulillah. Kamu tampak cantik. Segera setelah badanmu dibersihkan oleh Bu Bidan Titin Prihartini, kamu pun merangkak dan menggeliat di atas dada ibumu.

Tiga jam kemudian, kita pulang ke rumah nenekmu. Beda satu blok saja dengan rumah bidan. Kamu dibawa oleh nenekmu. Sementara ibumu, dengan berpegangan pada ayah, jalan kaki pulang ke rumah.

Keesokan harinya ayah datang lagi ke bidan, mengantar sebuah nama untuk pembuatan akta kelahiranmu. Namamu: Cahaya Senja.
Read more…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,180 other followers